10 Taktik Cerdas Pasarkan Properti

10 Taktik Cerdas Pasarkan Properti

Properti merupakan bisnis yang cukup menjanjikan saat ini. Meski demikian memasarkan properti tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak juga properti yang sudah jelas nilainya tinggi dengan kualitas baik masih sukar untuk terjual. Hal tersebut bisa dikarenakan minimnya sosialisasi dan kurang tepatnya strategi penjualan. Nah bagi anda yang sedang menjalankan bisnis ini, berikut beberapa cara yang tepat untuk memasarkan produk properti, seperti rumah dijual di Surabaya anda yang berhasil dirangkum sebagai berikut.

1. Kejelasan Unit

Masalah yang sering timbul saat memasarkan properti kepada pelanggan adalah tidak adanya show unit atau gambaran produk yang riil. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi bisa menggunakan mini duplikat dari properti yang dipasarkan. Jika diperkenankan, dengan show unit akan lebih bagus hasilnya karena pelanggan bisa langsung melihat karya nyata dari developer. Namun, apabila hal tersebut tidak memungkinkan. Maka solusinya adalah dengan membuat gambar sedetail mungkin atas properti yang dipasarkan. Setidaknya pelanggan bisa sedikit memiliki gambaran terhadap properti yang akan dibelinya.

2. Pengetahuan Lingkungan

Mengetahui sejarah lingkungan tempat properti dijual sangat penting. Dengan memahamai perkembangan sebuah wilayah dari waktu ke waktu, akan dapat diprediksi seberapa tinggi nilai investasi properti yang ada diatas tanah tersebut. Klaster yang dibangun secara bertahap perlu disimak perkembangannya. Pembangunan pada tahap berikutnya akan sangat memengaruhi nilai properti pada saat ini.

10 Taktik Cerdas Pasarkan Properti

3. Konsep Arsitektur

Konsumen pasti memiliki desain atau karakter sendiri untuk hunian mereka. Maka dari itu hal yang harus disimak berikutnya adalah tema arsitektur yang ditawarkan pada properti kita saat ini. Jika dimungkinkan, desain ruangan harus dibuat sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. Seandainya konstruksi sudah terlanjur digarap maka usahakan terdapat bagian-bagian ruangan yang dapat berpindah fungsi sehingga memungkinkan konsumen saat ingin merenovasi di kemudian hari.

4. Media Promosi

Memanfaatkan segala media yang ada pada saat ini adalah hal yang wajib dilakukan. Apalagi barang yang akan dipasarkan sudah jelas bernilai tinggi. Media sosial yang saat ini tengah menjadi sarana favorit pelaku bisnis tentunya patut untuk dicoba. Mempromosikan properti melalui media sosial akan berdampak pada semakin tersebarnya properti yang dimaksud ke seluruh penjuru dunia. Semakin menarik bukan? Inilah peran media sosial yang harus kita manfaatkan secara optimal untuk menarik konsumen.

5. Harga dan Sistem Pembayaran

Menentukan kisaran harga adalah hal yang harus diperhatikan. Konsumen akan menanyakan harga yang dipatok setelah melihat lokasi dan properti yang dimaksud. Pada langkah mematok harga hendaknya memerhatikan kisaran harga secara umum jika itu merupakan properti yang kolektif. Namun jika itu adalah properti per-seorangan maka harga bisa dipatok sesuai dengan keinginan pemilik.

6. Open House

Sebagian besar masyarakat lebih menyukai pembelian properti dengan cara melihat dan mengamati langsung properti yang dimaksud, sehingga kedepannya mereka tidak akan merasa menyesal. Mengadakan open house di lokasi properti akan sangat membantu proses pemasaran dan lebih mendekatkan diri pada banyak calon konsumen.

7. Mem-follow up konsumen

Follow Up konsumen diperlukan selama proses negosiasi harga masih berlangsung. Intinya, pada proses tawar- menawar tidak diperkenankan kita tetap berada di harga yang tinggi. Selalu menghubungi konsumen dengan keramahtamahan akan membuat konsumen merasa dihargai penawarannya.

8. Hadiah

Menawarkan hadiah yang realistis kepada konsumen akan menarik perhatian mereka untuk bersemangat dalam membeli properti. Hadiah realistis bisa berupa cash back senilai beberapa persen, atau diskon dan beberapa perabotan rumah bisa memengaruhi minat konsumen untuk membeli.

9. Layanan all-time

Pembeli adalah raja. Demikian pula dengan calon pembeli. Keduanya harus diperhatikan sama rata. Pelayanan yang maksimal pada calon pembeli akan membuat mereka merasa dihargai dan diperhitungkan. Pengaruh psikologis semacam ini yang nantinya bisa saja mengubah mood mereka untuk kembali melihat produk properti kita.

10. Pertimbangan Kelebihan Produk

Beberapa produk properti pasti dirancang untuk memiliki kelebihan. Disinilah faktor yang perlu diperhatikan. Kelebihan produk dapat dirancang sebagai suatu langkah promosi lanjutan. Hal tersebut dinilai penting karena seringkali calon pembeli menanyakan keuntungan kedepannya jika sudah membeli properti tersebut.

Nah, bagi anda yang hendak berbisnis penjualan properti, sudah siapkah untuk melakukan beberapa trik diatas? Selamat mencoba!

Artikel terkait:

Bagikan: